TINGGAL di pedesaan tepi hutan tidak membuat Muhammad Anas, 48, dan ibunya Kamidah, 60, warga Dusun Ndarungan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, kehabisan akal untuk bisa bertahan hidup. Limbah kayu dan bambu yang cukup melimpah di sekitar rumahnya dianggap berkah.
Lelaki berjenggot lebat itu pun memutar otak agar bisa memanfaatkan limbah itu hingga bisa mendatangkan rupiah. Ranting pohon mahoni dan bambu yang berserakan, pada tahun 2005 itu dikumpulkan. Setelah dipotong berukuran kecil, ditata di lantai.
“Bulatan ranting pohon yang dipotong, setelah ditata di lantai ternyata cukup menarik dan unik,” terang Muhamad Anas. Dari coba-coba itu, Anas mulai menciptakan kreasi dengan membuat kap lampu. Awalnya, kap lampu yang dibuat cukup sederhana dan hanya ditempeli potongan ranting kayu pakai lem dan dilapisi pelitur.
Selanjutnya, kap lampu kreasinya i...
17.54
Hari