TEGALDLIMO-Warga yang tinggal di tepi hutan wilayah Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, punya tradisi menarik dalam memperingati rejeban atau Isra Mikraj Nabi Muhamad. Mereka membuat tumpeng raksasa dan diarak dengan keliling kampung.
Tradisi yang selalu digelar bulan Rajab, itu sebagai rasa syukur atas melimpahnya hasil panen dengan simbol tumpeng raksasa. “Warga rutin menggelar tradisi ini setiap bulan Rajab,” cetus Wahyudi, 30, salah seorang tokoh pemuda Dusun Kutorejo, Desa Kalipahit.
Menurut Wahyudi, untuk membuat tumpeng raksasa itu menghabiskan dua kuintal beras. Dalam tumpeng itu, juga dilengkapi ingkung ayam kampung sebanyak 20 ekor, sepuluh kilogram telur, puluhan ikat sayur, serta ditambah rangkaian menu hasil bumi. “Ini murni swadaya dari masyarakat,” katanya.
Proses pembuatan tumpeng tersebut, terang dia, membutuhkan w...
18.47
Hari